Pages

Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Mei 2013

Hukum Menghina Agama dan Kepercayaan Orang Lain

  Hukum Menghina Agama dan kepercayaan Orang lain menurut Islam.

setelah ane baca dari sumber sumber yg lain ane dapet materi ini langsung aja:
Kali ini ane bakalan ngasih tau hukum menghina "agama lain menurut ilsam". Mungkin udah ada yg pernah menghina kepercayaan lain? bayangkan kalo agama kita dihina oleh orang lain atau lebih dari dihina? rasanya pasti gk enak kan? Yaudah kita langsung aja membahas hukumnya dalam Agama Ilsam.

Islam adalah agama yg datang daripada Allah SWT amat mulia dan terpuji. Setiap umat ilsam diminta memelihara dan mempertahankan agama nya, daripada dicemari oleh musuh musuh yg jahil dan kufur. Salah satu cara untuk memelihara agama ini ialah melarang umatnya menghina kepercayaan yg lain, hal itu akan mendorong mereka keperbuatan yg lebih daripada menghina mereka dan mendorong mereka ketindakan balas dendam yg akan merugikan umat ilsam. Islam adalah umat dakwah bukan umat yg menebar permusuhan. Firman Allah dalam surah Al-An'am ayat 108:
 وَلاَ تَسُبُّوْا الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ فَيَسُبُّوْا اللهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

artinya :
     Dan janganlah kamu cerca benda-benda Yang mereka sembah Yang lain dari Allah, kerana mereka kelak, akan mencerca Allah secara melampaui batas Dengan ketiadaan pengetahuan. Demikianlah Kami memperelokkan pada pandangan tiap-tiap umat akan amal perbuatan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu ia menerangkan kepada mereka apa Yang mereka telah lakukan.

Dan ada juga penjelasan yg melarang kita menghina kepercayaan yg lain:

As-Sobuni dalam tafsirnya “Sofwatul tafasir (Jilid 1, m/s 410)” berkata: “Dan janganlah kamu mencela sembahan-sembahan orang musyrikin dan berhala-berhala mereka maka, mereka kelak akan membalasnya dengan celaan kepada Allah dalam keaadaan jahil dan akan bersifat melampau disebabkan mereka tidak mengetahui kebesaran Allah S.W.T.
Ibnu Abbas berkata, orang-orang musyrikin Mekah berkata kepada Nabi Muhammad s.a.w; “Berhentilah daripada menghina tuhan-tuhan kami ataupun kami akan menghina Tuhan kamu”. Maka Allah menurunkan laranganNya ini.

     As-Syaukani berkata dalam tafsirnya “Fathul Qadir” (Jilid 2, m/s149) ketika menafsirkan ayat ini, “ ayat ini menjadi dalil bahawa penyeru kepada kebenaran dan pencegah kebatilan, apabila bimbangkan perbuatan menghina agama orang lain menyebabkan tindakan yang melampau sebagai balasannya, maka hendaklah dia meninggalkan penghinaan itu, bahkan wajib!

     Ibnu Kathir berkata dalam tafsirnya “Tafsir Al-Quranil Azim (Jilid 2, m/s 262)”: “Allah melarang Nabi s.a.w dan orang-orang yang beriman daripada menghina sembahan orang-orang musyrikin, walaupun ada kepentingannya, sekiranya kemudharatan lebih besar, iaitu tindakbalas orang kafir yang akan menghina Allah S.W.T.

     Prof. Wahbah Az-Zuhaili berkata dalam tafsirnya “Al-Munir (Jilid 7, m/s 327): “Ulama’ berkata bahawa hukum ayat ini kekal iaitu larangan menghina segala kebesaran agama mereka seperti salib, sembahan mereka, tempat ibadat mereka, dan jangan terdedah melakukan perbuatan tersebut kerana ianya seolah-olah menggalakkan maksiat iaitu penghinaan kepada Allah dan Rasulnya”.

"Kesimpulannya, jika kita melakukan pnghinaan kepada kepercayaan yg lain akan membawa sifat perjudis mereka terhadap umat islam. Bahkan kejahatan mereka yang melampau akan merugikan umat Islam apatah lagi dalam suasana sebegini. Allah S.W.T. memerintahkan kita berdakwah bukannya mencela atau menghina. Islam tidak perlu kepada pelaris yang bersifat menghina kepercayaan orang lain. Kerana Islam terlalu indah."

Rabu, 01 Mei 2013

Tanda-tanda Kiamat Kubra

Tanda-tanda kiamat kubra (besar). Mungkin diantara kalian ada yg sudah tahu tanda-tandanya, baiklah bagi saja yg belum tahu saya akan memberitahu tanda-tandanya. 
Sebagian ulama membaginya ada 9 tanda kiamat kubra, ini dia tanda tandanya: Munculnya Imam Mahdi, Turunnya Nabi Isa-as, Munculnya Dajjal, Munculnya Ya'juj dam Ma'jud, Gempa bumi/longsor di tiga wilayah, Adanya kabut (duhkan), Terbitnya matahari dari barat, dan Munculnya bintang dari perut bumi dan api yg mengumpulkan manusia.

Tanda tanda kiamat itu munculnya seperti rantai. Memiliki waktu yg singkat dan proses kejadian yg begitu cepat. Bila salah satu tanda sudah muncul maka yg lainnya akan menyusul. Hal itu sebagaimana disebutka dalam hadist nabi shalallahu alaihi wa sallam: Keluarnya tanda tanda hari kiamat itu adalah sebagian demi sebagian beruntun seperti rangkaian marjan yang dirangkai dengan tali”. (HR. Al Haitsami / Lihat : Shahih Jami’ush shaghir 3:111 No. 3.222)
Tanda tanda hari kiamat itu bagaikan marjan marjan yang dirangkai dengan kawat. Bila kawat itu putus, maka yang sebagian mengikuti sebagiannya. (HR. Ahmad 12 :6-7 No. 7.040. shahih).

Menurut berbagai sumber yg saya lihat saya, menurut dalil-dalil yg shahih. Dan tertib ini merupakan kesepakatan para ulamaatas dasar hadist-hadist tersebut dan logika. Diantaranya apa yg dilakukan oleh Abdul Haq dalam kitabnya yg berjudul: “Hal Thaliban wal Qaeda Ashhabur Rayatis Suud ?”

  1. Tentara Arab (Sufyani) dengan tindak kerusakannya di muka bumi (Syam, Irak dan utara Jazirah Arab), dan di tengah-tengah peristiwa itu muncullah para pembawa bendera hitam dari Khurasan untuk mendukung Al-Mahdi. Yang tahu tentang kabar keluarnya Al-Mahdi ini adalah Sufyani, lalu ia mengirim pasukan untuk memeranginya yang kemu­dian dibenamkan ke dalam bumi.
  2. Munculnya Al-Mahdi dan kembalinya khilafah islamiyah sesuai dengan manhaj Nabi setelah para pemegang bendera hitam itumemangku kekuasaan khilafah.
  3. Penaklukan Konstantinopel dan Roma (Roma ibukota Italia, dan lebih tepatnya lagi adalah Vatikan).
  4. Keluarnya Dajjal.
  5. Turunnya ‘Isa dari langit dan kemudian membunuh Dajjal.
  6. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.
  7. ‘Isa Al-Masih menjadi penguasa di bumi beberapa tahun (dalam sebuah hadits disebutkan tujuh tahun, dan dalam hadits lainnya disebutkan empat puluh tahun).
Sementara itu M. Amin Jamaluddin membuat penerbitan lebih detil dalam kitabnya "huru hara akhir jaman" namun yg disayangkan bahwa penerbitan ini banyak mengacu kepada riwayat-riwayat lemah yg sulit dipertanggung jawabkan. Ini dia rangkaian pristiwa akhur jamanyg diyakini oleh penulis buku Umur Umat Ilsam:
  1. Invasi Irak Ke Kuwait
  2. Pengepungan dan Embargo Barat ke Irak
  3. Pengepungan Syam (Palestina)
  4. Munculnya Panji panji hitam dari timur / Khurasan
  5. Datangnya bendera bendera barat (Amerika) untuk menggempur Afghanistan(Ashhabu Rayatis Suud)*
  6. Perang Dunia ketiga (Armageddon?) *
  7. Surutnya Sungai Eufrat hingga menyibakkan gunung emas
  8. Kematian seorang Khalifah (di Saudi)
  9. Perebutan kekuasaan oleh tiga putra khalifah untuk mengusai Mekkah.
  10. Kejadian kejadian aneh di bulan Ramadhan berupa gerhana matahari dan bulan, komet berekor dan suara ledakan dahsyat yang bisa didengar oleh seluruh manusia*
  11. Huru hara, kekacauan dan malapetaka di bulan Syawal*
  12. Pertikaian dan konflik antar kabilah di bulan Dzul Qa’dah*
  13. Perampokan dan pembantaian jama’ah haji di bulan Dzul Hijjah. *
  14. Ditenggelamkannya pasukan arab (Sufyani ?) di Al Baida’ Madinah saat mengejar Al Mahdi.
  15. Penaklukan Al Mahdi atas Bani Kalb (Pendukung Sufyani)
  16. Penaklukan Al Mahdi atas seluruh Jazirah Arab.
  17. Penaklukan Persi / Iran (Syi’ah)
  18. Kekalahan sebagian orang orang Yahudi dan penaklukkan Israel
  19. Penaklukan Baitul Maqdis dan Pembebasan Masjidil Aqsha
  20. Malhamah Kubra di A’maq dan Dabiq (Damaskus)
  21. Penaklukan Cina dan Rusia (Khuz dan Kirman)
  22. Penaklukan India
  23. Penaklukan Konstantinopel (Turki Sekuler) oleh 70.000 Bani Ishaq
  24. Munculnya Dajjal dari Khurasan yang diikuti oleh 70.000 Yahudi Asbahan
  25. Turunnya Isa Al Masih di Menara Putih di timur Damaskus
  26. Terbunuhnya Dajjal dengan Pedang Isa Al Masih
  27. Perang habis habisan melawan seluruh Yahudi yang tersisa
  28. Datangnya Ya’juj wa Ma’juj
  29. Penaklukkan Roma (Italia)
  30. Wafatnya Al Mahdi
  31. Naiknya Al Qahthani menggantikan Al Mahdi
  32. Masa masa aman
  33. Wafatnya Isa Al Masih
  34. Terbitnya matahari dari barat
  35. Keluarnya binatang dari perut bumi yang dapat berbicara
  36. Keluarnya asap
  37. Datangnya angin lembut dari arah Yaman
  38. Penghancuran Ka’bah oleh Dzu Suwaiqatain dari Habasyah
  39. Kehancuran Madinah dan keluarnya seluruh manusia darinya
  40. Pembenaman bumi di Timur, di Barat dan di Tanah Arab
  41. Munculnya api yang menggiring manusia ke Mahsyar
  42. Berdirinya kiamat dan kehancuran alam semesta

Senin, 22 April 2013

Keajaiban dan Fakta Menakjubkan tentang Azan


shnews.co

Azan atau Adzan (Arab: أذان adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
1. Asal Mula yang Menakjubkan
Pada jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu shalat tiba. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu salat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. 
Ada yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera saat waktu shalat itu tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh umat Yahudi, dan bahkan membunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi.
Adalah Abdullah bin Zaid yang bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah kita ketahui sekarang. 
Pada suatu hari, Sahabat Abdullah bin Zaid al-Anshari al-Khazraji dalam tidur bertemu dengan seorang laki-laki yang membawa lonceng, kemudian beliau bertanya: “Wahai hamba Allah, apakah engkau hendak menjual lonceng?”

Kemudian hamba Allah tersebut bertanya: “Apa yang hendak engkau lakukan terhadap lonceng ini?”

Maka beliau menjawab: “Untuk memanggil shalat.”

Hamba Allah tersebut kemudian berkata: “Maukah aku tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik darinya?”

Kemudian beliau bertanya lagi: “Apa itu?”

Hamba Allah tersebut berkata: “Ucapkanlah Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Asyhadu Allah Ilaaha illallaah, Asyhadu allaa Ilaaha illallaah. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah. Hayya alash Shalaah, Hayya alash Shalaah. Hayya alal Falaah, Hayya alal Falaah. Allaahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaah."
Kemudian Abdullah menyampaikan mimpi tersebut pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka, Beliau bersabda:
“Itu adalah mimpi yang benar, insya Allah. Pergilah pada Bilal dan ajarkan hal itu kepadanya karena suaranya lebih nyaring daripada kamu.”
Ketika Bilal mengumandangkannya, Umar bin al-Khaththab mendengarnya. Maka, beliau mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: "Wahai Nabi Allah, demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku telah bermimpi yang sama dengan mimpinya.”

Maka Rasulullah Saw. bersabda: “Segala puji bagi Allah.”
Dalam Shalat Shubuh, Bilal menambahkan "Ash-Shalaatu Khairan minan Naum", dan hal ini disetujui oleh oleh Nabi Saw. Kemudian, Nabi Saw. mengajarkan iqamat pada Bilal, beliau bersabda:
"Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Asyhadu Allah Ilaaha illallaah, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullaah, Hayya alash Shalaah. Hayya alal Falaah, Qad Qaamatish Shalah, Qad Qaamatish Shalah, Allahu Akbar, Allaahu Akbar. Laa ilaaha illallaah."
Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memilih Bilal untuk mengumandangkan adzan, salah satu pertimbangan Beliau adalah selain ia (Bilal) memiliki suara yang nyaring, ia juga memiliki suara yang merdu.
2 . Kalimat Penyeru yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”
Ketika azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi) mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa-peristiwa Penting
Adzan Digunakan Islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya seorang Bayi, ketika Peristiwa besar. Peristiwa besar yang dimaksud adalah:
Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan Adzan di Atas Ka’bah.
- Perebutan kekuasaan Konstatinopel : Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda kemenagan meraka.
4. Adzan telah Miliaran kali Dikumandangkan
Sejak pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500 tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari, berarti 1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat Islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat Islam saat ini sekitar 2 miliar orang dengan persentase 2 miliar umat dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya = 534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan Ternyata tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra, dimulai Lampung hingga ke ujung Aceh.
Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan.

Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul.

Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Seiring bergantinya siang dan malam ternyata Adzan akan selalu berkumandang di bumi ini. Tanpa kita sadari, para muadzin di seluruh penjuru dunia ini tak henti - hentinya bersahutan mengumandangkan adzan. Insya Allah gema Adzan akan terus mengawal dunia berputar hingga akhir zaman.

Rules

1. وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” "Dilarang berkomentar LINK HIDUP !!!


2. Jaga Sopan santun


3. Jika meng-copas article harus mencantumkan sumbernya


4. Jangan Lupa Ucapkan Terimakasih ;)




Supported by Faktamuharam